7 Alasan Mengapa Kita Butuh Perencanaan Keuangan
Lisa Soemarto - detikfinance
Jakarta - Pada20-30 tahun lalu, masa-masa orang tua
kita masih membiayai hidup kita, belum ada yang namanya profesi
Financial Planner atau Perencana Keuangan di Indonesia. Tapi 10 tahun
belakangan ini profesi ini sudah banyak bermunculan di Indonesia. Dengan
berkembangnya gaya hidup yang semakin konsumtif, naiknya inflasi yang
membuat kebutuhan hidup dimasa yang akan datang semkin mahal, banyaknya
produk-produk investasi yang ditawarkan, dan semakin sadarnya masyarakat
akan kesejahteraan hidupnya.
Beberapa alasan mengapa kita membutuhkan sebuah Perencanaan Keuangan :
1. Untuk melindungi diri kita dan keluarga dari risiko keuangan
Dalam siklus hidup tentunya ada masa-masa naik dan turunnya tingkat kehidupan , dan tidak dapat dipungkiri, dimanapun situasi kehidupan kita, pastinya berhubungan dengan uang. Naik turunnya situasi keuangan masih dapat diatasi dengan bantuan seorang profesional. Apa saja masalah-masalah penting dan darurat yang berhubungan dengan keuangan, contohnya adalah : kehilangan pekerjaan, sakit keras, kecelakaan yang menyebabkan cacat, dan kematian kepala keluarga sebagai sumber pendapatan.
2. Untuk melunasi utang
Memang sangat baik jika kita sudah memiliki investasi, baik investasi pada pasar modal, properti, bisnis maupun barang-barang berharga. Namun masih banyak diantara kita yang juga memiliki hutang yang besar, terutama hutang konsumtif. Hal ini sebenarnya sangat penting untuk dicari jalan keluarnya. Sangatlah tidak tepat jika setiap bulan berinvestasi dengan tujuan untuk mengumpulkan aset namun juga menumpuk hutang yang bunganya lebih tinggi dari hasil investasi kita.
Oleh karena itu, menyelesaikan hutang adalah hal yang paling penting didalam sebuah Perencanaan Keuangan yang kita miliki.
3. Untuk biaya membesarkan anak-anak
Setiap orang tua tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Oleh karena itu porsi yang cukup besar didalam anggaran rumah tangga adalah biaya untuk membesarkan anak-anak yang dapat berlangsung sekitar 20-25 tahun sebelum anak-anak kita dapat membiayai dirinya sendiri. Biaya ini meliputi sejak anak lahir, hingga biaya pernikahan, namun biaya yang paling besar adalah biaya pendidikan sejak memasuki persiapan sekolah (pre-school) hingga perguruan tinggi. Sebagai ilustrasi, jika biaya kuliah saat ini adalah Rp 50 juta, dengan adanya inflasi maka, dalam 15 tahun biaya tersebut menjadi sekitar Rp 770 juta.
4. Untuk pembelian aset, dari kendaraan hingga rumah
Rumah adalah aset utama yang harus dimiliki oleh seseorang, selain untuk digunakan sebagai tempat tinggal, rumah juga mnjadi sebuat aset yang nilainya bertambah dari waktu kewaktu. Aset kedua yang harus dimiliki adalah kendaraan. Umur kendaraan yang nyaman adalah 5 tahun. Jadi layaknya, setiap 5 tahun kita perlu mengganti kendaraan kita.
Namun tidak semua orang, walaupun sudah memiliki pekerjaan, mampu untuk membeli rumah dan kendaraan karena gaji yang hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari hari sehingga dari tahun ke tahun uang tidak pernah cukup untuk membeli aset.Oleh karena itu diperlukan suatu solusi agar keinginan untuk membeli aset aset dapat tercapai.
5. Untuk membiayai pembelian polis asuransi
Semua aset yang sudah kita kumpulkan adalah untuk memenuhi segala kebutuhan kehidupan keluarga, namun bayangkan jika suatu saat terjadi kecelakaan, sakit atau meninggal, sehingga tidak dapat lagi kita membiayai keluarga kita.Untuk melindungi nilai ekonomis seseorang yang menjadi sumber pendapatan keluarga adalah dengan asuransi. Pertanyaan berikutnya adalah apakah asuransi yang kita miliki nilainya sudah cukup untuk membiayai kehidupan hingga masa depan keluarga yang ditinggalkan dapat terjamin. Berapa sebenarnya nilai asuransi yang harus dimiliki? Apa saja benefit dari asuransi kesehatan yang kita miliki?
6. Untuk bisa menikmati pensiun dengan taraf hidup yang nyaman
Pensiun adalah saatnya kita menikmati masa istirahat dari pekerjaan. Tentunya kita ingin menikmati dengan taraf hidup yang nyaman. Namun dari mana kita bisa mendapatkan uang yang cukup untuk membiayai pensiun seperti yang kita inginkan?. Sudah bukan saatnya pada saat pensiun, justru kita masih harus mencari pekerjaan untuk membiayai hidup kita. Bukan hal yang tepat juga jika kita harus bergantung biaya ke anak-anak kita yang mungkin masih memerlukan biaya-biaya untuk kehidupannya sendiri bahkan untuk keluarganya.Sebagai ilustrasi, jika saat ini umur kita 45 tahun dengan biaya hidup kita adalah Rp 15 juta, maka pada saat kita pensiun diumur 55 tahun maka kita membutuhkan dana sekitar Rp 16 Milyar untuk dapat menikmati pensiun selama 20 tahun.
7. Untuk mewariskan kekayaan kita kepada anak-anak
Jika kita sudah memiliki Perencanaan Keuangan maka segala aset dan kekayaan kita sudah tertata untuk setiap tujuan. Pada akhirnya, jika kita berumur panjang dan memasuki usia pensiun, segala kekayaan yang kita miliki dapat kita wariskan kepada anak-anak. Oleh karena itu menyiapkan wasiat juga menjadi bagian dari sebuah Perencaan, agar generasi berikutnya dapat menikmati dan memelihara kekayaan yang kita wariskan.
Kapan saat yang tepat untuk memulai Perencanaan? Semakin dini memulai sebuah Perencanaan, akan semakin baik, terutama pada saat usia masih produktif. Dengan demikian kondisi keuangan akan menjadi lebih baik dengan jangka waktu investasi yang panjang untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Lisa Soemarto, MA, RIFA, RFC-Senior Financial Advisor AFC
@LaPetiteLisa
Beberapa alasan mengapa kita membutuhkan sebuah Perencanaan Keuangan :
1. Untuk melindungi diri kita dan keluarga dari risiko keuangan
Dalam siklus hidup tentunya ada masa-masa naik dan turunnya tingkat kehidupan , dan tidak dapat dipungkiri, dimanapun situasi kehidupan kita, pastinya berhubungan dengan uang. Naik turunnya situasi keuangan masih dapat diatasi dengan bantuan seorang profesional. Apa saja masalah-masalah penting dan darurat yang berhubungan dengan keuangan, contohnya adalah : kehilangan pekerjaan, sakit keras, kecelakaan yang menyebabkan cacat, dan kematian kepala keluarga sebagai sumber pendapatan.
2. Untuk melunasi utang
Memang sangat baik jika kita sudah memiliki investasi, baik investasi pada pasar modal, properti, bisnis maupun barang-barang berharga. Namun masih banyak diantara kita yang juga memiliki hutang yang besar, terutama hutang konsumtif. Hal ini sebenarnya sangat penting untuk dicari jalan keluarnya. Sangatlah tidak tepat jika setiap bulan berinvestasi dengan tujuan untuk mengumpulkan aset namun juga menumpuk hutang yang bunganya lebih tinggi dari hasil investasi kita.
Oleh karena itu, menyelesaikan hutang adalah hal yang paling penting didalam sebuah Perencanaan Keuangan yang kita miliki.
3. Untuk biaya membesarkan anak-anak
Setiap orang tua tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Oleh karena itu porsi yang cukup besar didalam anggaran rumah tangga adalah biaya untuk membesarkan anak-anak yang dapat berlangsung sekitar 20-25 tahun sebelum anak-anak kita dapat membiayai dirinya sendiri. Biaya ini meliputi sejak anak lahir, hingga biaya pernikahan, namun biaya yang paling besar adalah biaya pendidikan sejak memasuki persiapan sekolah (pre-school) hingga perguruan tinggi. Sebagai ilustrasi, jika biaya kuliah saat ini adalah Rp 50 juta, dengan adanya inflasi maka, dalam 15 tahun biaya tersebut menjadi sekitar Rp 770 juta.
4. Untuk pembelian aset, dari kendaraan hingga rumah
Rumah adalah aset utama yang harus dimiliki oleh seseorang, selain untuk digunakan sebagai tempat tinggal, rumah juga mnjadi sebuat aset yang nilainya bertambah dari waktu kewaktu. Aset kedua yang harus dimiliki adalah kendaraan. Umur kendaraan yang nyaman adalah 5 tahun. Jadi layaknya, setiap 5 tahun kita perlu mengganti kendaraan kita.
Namun tidak semua orang, walaupun sudah memiliki pekerjaan, mampu untuk membeli rumah dan kendaraan karena gaji yang hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari hari sehingga dari tahun ke tahun uang tidak pernah cukup untuk membeli aset.Oleh karena itu diperlukan suatu solusi agar keinginan untuk membeli aset aset dapat tercapai.
5. Untuk membiayai pembelian polis asuransi
Semua aset yang sudah kita kumpulkan adalah untuk memenuhi segala kebutuhan kehidupan keluarga, namun bayangkan jika suatu saat terjadi kecelakaan, sakit atau meninggal, sehingga tidak dapat lagi kita membiayai keluarga kita.Untuk melindungi nilai ekonomis seseorang yang menjadi sumber pendapatan keluarga adalah dengan asuransi. Pertanyaan berikutnya adalah apakah asuransi yang kita miliki nilainya sudah cukup untuk membiayai kehidupan hingga masa depan keluarga yang ditinggalkan dapat terjamin. Berapa sebenarnya nilai asuransi yang harus dimiliki? Apa saja benefit dari asuransi kesehatan yang kita miliki?
6. Untuk bisa menikmati pensiun dengan taraf hidup yang nyaman
Pensiun adalah saatnya kita menikmati masa istirahat dari pekerjaan. Tentunya kita ingin menikmati dengan taraf hidup yang nyaman. Namun dari mana kita bisa mendapatkan uang yang cukup untuk membiayai pensiun seperti yang kita inginkan?. Sudah bukan saatnya pada saat pensiun, justru kita masih harus mencari pekerjaan untuk membiayai hidup kita. Bukan hal yang tepat juga jika kita harus bergantung biaya ke anak-anak kita yang mungkin masih memerlukan biaya-biaya untuk kehidupannya sendiri bahkan untuk keluarganya.Sebagai ilustrasi, jika saat ini umur kita 45 tahun dengan biaya hidup kita adalah Rp 15 juta, maka pada saat kita pensiun diumur 55 tahun maka kita membutuhkan dana sekitar Rp 16 Milyar untuk dapat menikmati pensiun selama 20 tahun.
7. Untuk mewariskan kekayaan kita kepada anak-anak
Jika kita sudah memiliki Perencanaan Keuangan maka segala aset dan kekayaan kita sudah tertata untuk setiap tujuan. Pada akhirnya, jika kita berumur panjang dan memasuki usia pensiun, segala kekayaan yang kita miliki dapat kita wariskan kepada anak-anak. Oleh karena itu menyiapkan wasiat juga menjadi bagian dari sebuah Perencaan, agar generasi berikutnya dapat menikmati dan memelihara kekayaan yang kita wariskan.
Kapan saat yang tepat untuk memulai Perencanaan? Semakin dini memulai sebuah Perencanaan, akan semakin baik, terutama pada saat usia masih produktif. Dengan demikian kondisi keuangan akan menjadi lebih baik dengan jangka waktu investasi yang panjang untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Lisa Soemarto, MA, RIFA, RFC-Senior Financial Advisor AFC
@LaPetiteLisa
Agar Tidak Tekor di Tengah Bulan
Budi Triadi Pratama - detikfinance
Jakarta - Memasuki akhir bulan adalah saat di mana
mayoritas para pekerja mendapatkan bayaran atas pekerjaan mereka.
Penghasilan masuk berupa gaji sudah seharusnya diatur sedemikian rupa
sehingga dapat memenuhi semua pengeluaran kebutuhan sehari-hari. Jangan
sampai, gaji yang anda terima di akhir bulan Januari, langsung habis di
hari-hari pertama bulan Februari, yang pada akhirnya malah akan membuat
anda kesulitan dalam memenuhi kebutuhan selama sebulan mendatang.
Ketika kita harus dihadapkan oleh pengaturan arus kas, sekilas terlihat sederhana dan mudah. Hanya terdiri dari penghasilan masuk, yang umumnya berupa gaji, dan pengeluaran untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Namun, ketika kita harus dihadapkan pada implementasinya, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Terutama ketika dihadapkan pada kenyataan bahwa jumlah pengeluaran yang anda lakukan, malah lebih besar dari penghasilan yang anda terima.
Selagi masih di bulan Januari yang notabene menjadi pembuka di tahun 2012, ada baiknya jika anda mulai melakukan pengaturan arus kas secara sederhana agar keuangan anda di tahun ini dapat berjalan lebih teratur.
Secara sederhana, arus kas terbagi atas beberapa kelompok spesifik pengeluaran. Sejumlah pos pengeluaran yang biasa anda lakukan, dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok pengeluaran, yaitu Kelompok Primer, Kelompok Kewajiban, Kelompok Sekunder, dan Kelompok Investasi atau Tabungan. Cobalah untuk memasukkan semua pos pengeluaran anda, ke dalam beberapa klasifikasi tersebut.
Pengeluaran yang masuk ke klasifikasi primer adalah berbagai pengeluaran yang biasanya anda keluarkan untuk menunjang produktifitas dan kehidupan anda sehari-hari. Pengeluaran yang masuk ke dalam klasifikasi ini bersifat vital karena anda tidak bisa mengurangi besarannya secara fleksibel sewaktu-waktu. Misalnya, pengeluaran yang rutin anda lakukan untuk kebutuhan belanja makan bulanan keluarga. Anda tidak bisa serta-merta mengurangi misalnya hingga 50%, karena kebutuhan makan keluarga anda bergantung dari pos pengeluaran tersebut.
Klasifikasi kewajiban terdiri dari berbagai pengeluaran yang berhubungan dengan kewajiban anda terhadap pihak ketiga. Seperti halnya dengan klasifikasi primer, klasifikasi ini juga tidak bisa diubah secara fleksibel karena ini berhubungan dengan pihak lain. Contoh klasifikasi kewajiban yang sangat umum bagi masyarakat Indonesia, terutama di kota besar pada umumnya adalah pengeluaran wajib yang mereka untuk lakukan untuk membayar cicilan kredit bagi bank. Anda tentu tahu jika pengeluaran ini tidak anda bayarkan, maka anda akan berurusan dengan debt collector. Tentu anda tidak ingin hal seperti ini terjadi, bukan?
Untuk klasifikasi sekunder memasukkan berbagai pos pengeluaran yang sifatnya tidak termasuk ke dalam 2 klasifikasi sebelumnya. Pengeluaran yang masuk ke dalam klasifikasi ini biasanya bersifat pengeluaran pribadi dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas dan produktifitas keseharian anda. Anda dapat melakukan penyesuaian terhadap pengeluaran yang ada di klasifikasi ini sewaktu-waktu anda membutuhkannya. Misalnya anda sedang membutuhkan dana lebih untuk kebutuhan pengeluaran bulanan anda. Contoh dari pengeluaran sekunder ini adalah untuk kebutuhan hobi atau entertainment anda dan keluarga. Jika anda memang rutin dan hobi untuk menonton bioskop bersama keluarga, maka pengeluaran itu dapat dimasukkan ke dalam klasifikasi pengeluaran sekunder dan jika seandainya pengeluaran itu dikurangi, maka tidak akan mengganggu kondisi produktifitas dan aktivitas lainnya.
Klasifikasi terakhir adalah Pengeluaran Investasi atau Tabungan. Klasifikasi ini disiapkan khusus bagi anda yang memang akan mulai melakukan investasi demi masa depan. Berhubungan dengan kebutuhan investasi, sebaiknya anda menghubungi perencana keuangan anda sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Hal ini agar pengeluaran investasi anda dapat maksimal sesuai dengan kebutuhan anda. Contoh dari pengeluaran tersebut adalah ketika anda mulai mempersiapkan dana pendidikan anak atau persiapan dana pensiun.
Dengan beberapa pembagian klasifikasi tersebut diharapkan kondisi keuangan anda ke depan dapat lebih teratur dan terencana. So, have fun with the money!
Budi Triadi Pratama, S.Mn, RIFA, RFC, Partners / Senior Advisor AFC Financial Check Up
Ketika kita harus dihadapkan oleh pengaturan arus kas, sekilas terlihat sederhana dan mudah. Hanya terdiri dari penghasilan masuk, yang umumnya berupa gaji, dan pengeluaran untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Namun, ketika kita harus dihadapkan pada implementasinya, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Terutama ketika dihadapkan pada kenyataan bahwa jumlah pengeluaran yang anda lakukan, malah lebih besar dari penghasilan yang anda terima.
Selagi masih di bulan Januari yang notabene menjadi pembuka di tahun 2012, ada baiknya jika anda mulai melakukan pengaturan arus kas secara sederhana agar keuangan anda di tahun ini dapat berjalan lebih teratur.
Secara sederhana, arus kas terbagi atas beberapa kelompok spesifik pengeluaran. Sejumlah pos pengeluaran yang biasa anda lakukan, dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok pengeluaran, yaitu Kelompok Primer, Kelompok Kewajiban, Kelompok Sekunder, dan Kelompok Investasi atau Tabungan. Cobalah untuk memasukkan semua pos pengeluaran anda, ke dalam beberapa klasifikasi tersebut.
Pengeluaran yang masuk ke klasifikasi primer adalah berbagai pengeluaran yang biasanya anda keluarkan untuk menunjang produktifitas dan kehidupan anda sehari-hari. Pengeluaran yang masuk ke dalam klasifikasi ini bersifat vital karena anda tidak bisa mengurangi besarannya secara fleksibel sewaktu-waktu. Misalnya, pengeluaran yang rutin anda lakukan untuk kebutuhan belanja makan bulanan keluarga. Anda tidak bisa serta-merta mengurangi misalnya hingga 50%, karena kebutuhan makan keluarga anda bergantung dari pos pengeluaran tersebut.
Klasifikasi kewajiban terdiri dari berbagai pengeluaran yang berhubungan dengan kewajiban anda terhadap pihak ketiga. Seperti halnya dengan klasifikasi primer, klasifikasi ini juga tidak bisa diubah secara fleksibel karena ini berhubungan dengan pihak lain. Contoh klasifikasi kewajiban yang sangat umum bagi masyarakat Indonesia, terutama di kota besar pada umumnya adalah pengeluaran wajib yang mereka untuk lakukan untuk membayar cicilan kredit bagi bank. Anda tentu tahu jika pengeluaran ini tidak anda bayarkan, maka anda akan berurusan dengan debt collector. Tentu anda tidak ingin hal seperti ini terjadi, bukan?
Untuk klasifikasi sekunder memasukkan berbagai pos pengeluaran yang sifatnya tidak termasuk ke dalam 2 klasifikasi sebelumnya. Pengeluaran yang masuk ke dalam klasifikasi ini biasanya bersifat pengeluaran pribadi dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas dan produktifitas keseharian anda. Anda dapat melakukan penyesuaian terhadap pengeluaran yang ada di klasifikasi ini sewaktu-waktu anda membutuhkannya. Misalnya anda sedang membutuhkan dana lebih untuk kebutuhan pengeluaran bulanan anda. Contoh dari pengeluaran sekunder ini adalah untuk kebutuhan hobi atau entertainment anda dan keluarga. Jika anda memang rutin dan hobi untuk menonton bioskop bersama keluarga, maka pengeluaran itu dapat dimasukkan ke dalam klasifikasi pengeluaran sekunder dan jika seandainya pengeluaran itu dikurangi, maka tidak akan mengganggu kondisi produktifitas dan aktivitas lainnya.
Klasifikasi terakhir adalah Pengeluaran Investasi atau Tabungan. Klasifikasi ini disiapkan khusus bagi anda yang memang akan mulai melakukan investasi demi masa depan. Berhubungan dengan kebutuhan investasi, sebaiknya anda menghubungi perencana keuangan anda sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Hal ini agar pengeluaran investasi anda dapat maksimal sesuai dengan kebutuhan anda. Contoh dari pengeluaran tersebut adalah ketika anda mulai mempersiapkan dana pendidikan anak atau persiapan dana pensiun.
Dengan beberapa pembagian klasifikasi tersebut diharapkan kondisi keuangan anda ke depan dapat lebih teratur dan terencana. So, have fun with the money!
Budi Triadi Pratama, S.Mn, RIFA, RFC, Partners / Senior Advisor AFC Financial Check Up
Lindungi Keluarga Anda dari 3 Hal Ini
Aidil Akbar Madjid - detikfinance
Senin, 06/02/2012 06:52 WIB
Jakarta - Jika ditanya apakah kita ingin melindungi keluarga kita, saya yakin kita akan menjawab 'Ya'. Jika ditanya apakah yang akan kita lakukan untuk melindungi keluarga kita? Maka kita akan menjawab apa yang terbaik yang kita bisa. Bukan begitu?
Sebagai sumber income keluarga kita bekerja untuk menghasilkan income/penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup, untuk kebutuhan pokok, kebutuhan sekolah anak, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya, namun pertanyaannya bagaimana jika income/penghasilan itu terhenti?
Ada beberapa hal utama yang kita perlu tahu bisa menyebabkan income/penghasilan terhenti, bukan agar kita khawatir tapi sebaliknya kita menjadi aware terhadap hal ini dan mempersiapkan diri dengan lebih baik :
PHK. Perusahaan tempat kita bekerja memiliki hak untuk memberhentikan kita. PHK bisa terjadi pada siapa saja, bahkan orang-orang terbaik di satu perusahaan karena banyak hal yang memicu perusahaan akhirnya mengambil keputusak untuk melakukan PHK. Untuk prosedur seharusnya perusahaan memberikan notifikasi minimal sebulan sebelumnya sebelum hari dimana karyawan diminta berhenti. Namun dalam banyak kasus masih banyak perusahaan yang tidak menerapkan aturan ini.
Sakit. Salah satu hal yang kita jaga adalah kesehatan, namun ada saatnya tubuh kita drop / daya tahan tubuh menurun sehingga jatuh sakit entah karena keletihan bekerja, ada masalah/beban pikiran, atau akumulasi dari pola hidup yang tidak sehat. Demam berdarah, tipes, diare, maag, adalah sejumlah penyakit yang sering dialami dan bisa menyebabkan seseorang perlu dirawat atau memerlukan bed rest/istirahat dalam beberapa hari bahkan untuk beberapa kasus bisa sampai beberapa minggu.
Kematian. Semua orang akan meninggal dunia hal ini adalah fakta yang tidak bisa diubah oleh siapapun, sekaya apapun orang tersebut, sebesar apapun kekuasaan yang dimilikinya. Kematian adalah hal yang paling berat dirasakan karena bukan hanya income/penghasilan yang terpengaruh namun kita juga kehilangan sosok orang yang kita kasihi.
Sebagian besar orang yang sudah menyadari hal ini akan melakukan sejumlah persiapan, namun ada juga yang sudah mengetahui namun merasa tidak perlu melakukan apa-apa. Semua pilihan kembali ke tangan kita masing-masing. Berikut adalah beberapa solusi yang bisa dilakukan:
PHK. Untuk kejadian PHK kita sebagai karwayan, bisa menyiapkan diri dengan selalu meningkatkan skill/keahlian kita sehingga jika hal ini terjadi kita bisa tetap yakin dengan nilai jual/value kita di perusahaan lain dimana kita bisa segera mencari pengganti. Terkait keuangan hal ini bisa diantisiapasi dengan memiliki Dana Darurat yang jumlahnya akan semakin besar dengan semakin banyaknya tanggungan, untuk yang sudah berkeluarga minimal 6 bulan gaji atau pengeluaran, sehingga kita memiliki waktu 6 bulan untuk mencari pekerjaan yang baru.
Sakit. Tentu saja langkah utama yang harus dilakukan adalah menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat, mengatur makanan dan olahraga teratur. Namun hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah memiliki Asuransi Kesehatan, jika kantor tempat kita bekerja sudah menyiapkan Asuransi Kesehatan dan cukup maka kita tidak perlu membeli Asuransi Kesehatan lagi. Dana Darurat juga menjawab solusi agar jika skenario terburuknya ternyata perusahaan kita sementara memberhentikan gaji selama kita dirawat.
Kematian. Untuk hal ini solusinya sudah pasti adalah kita harus mencari pengganti income/penghasilan yang biasanya ada, lalu menentukan siapa yang bisa melakukan ini. Jika pasangan hidup kita dalam hal ini suami/istri memiliki kesanggupan maka kita tahu bahwa secara nilai ekonomis, keluarga kita tidak harus menderita, namun jika pasangan kita terutama pihak wanita tidak bekerja dan tidak memiliki kompetensi untuk menghasilkan income sebesar yang dulu dihasilkan, maka tugas ini bisa dialihkan ke pihak Asuransi. Asuransi Jiwa yang murni dengan perhitungan yang benar akan dapat meng-cover kebutuhan hidup keluarga, minimal sampai dengan anak terkecil memasuki usia mapan/lulus kuliah.
(qom/qom)
1. Mengapa suatu profesi perlu etika? Jelaskan pendapat saudara!
Karena etika merupakan hal yang penting yang harus dilakukan oleh setiap profesi apapun, karena dengan menjalankan suatu profesi yang diiringi etika yang baik profesi tersebut akan mudah dipercayai dan disenangi oleh masyarakat. Karena dengan kepercayaan masyarakat terhadap profesi yang beretika akan mengembangkan profesia yang kita tekuni.
2. Jelaskan 4 kebutuhan dasar yang harus dipenuhi suatu profesi? dan berilah contohnya masing-masing!
- Kredibilitas = Kredibilitas adalah kualitas, kapabilitas, atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan.
Contohnya = Kredibilitas pemerintahanan terhadap masyarakat. Pemerintahan harus dapat bekerja dengan kualitas yang baik sehingga masyarakat dapat percaya atas kinerja pemerintahan yang baik.
- Profesionalisme = Merupakan sifat kemahiran, kemampuan, cara pelaksanaan dari sesuatu yang dilakukan oleh seseorang.
Contohnya = Profesionalisme pada setiap bagian organisasi untuk menjalankan tugasnya, dan dapat mempertanggungjawabkan kemampuan kerjanya.
- Kualitas Jasa = Kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sesuai dan baik kepada masyarakat.
Contohnya = Memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada pelanggan, sebagai profesi yang mempunyai kualitas jasa yang baik.
- Kepercayaan = kepercayaan (trust) sebagai
derajat di mana seseorang yang percaya menaruh sikap positif terhadap keinginan
baik dan keandalan orang lain yang dipercayanya di dalam situasi yang berubah
ubah dan beresiko.Contohnya = Memberikan kepercayaan kinerja kepada para karyawan atau pekerja dalam menjalankan suatu organisasi yang akan dicapai bersama.
1. Berilah contoh penerapan etika dalam dunia bisnis diera perdagangan bisnis saat ini?
- Berbisnis dengan cara yang baik terhadap para pesaing yang ada.
- Tidak merugikan pihak lain atas bisnis yang dijalankan
- Menolak adanya pungli atau suap terhadap jalannya bisnis untuk memperoleh keuntungan.
- Memperoleh pendapatan dengan cara yang baik tidak curang atau tidak sesuai dengan etika bisnis yang ada.
- Berlaku adil terhadap para pesaing maupun konsumen.
2. Pendapat anda Terhadap " kompetisi adalah konsep mereka yang berhasil adalah yang mahir menghancurkan musuh-musuhnya ". ?
Menurut saya kompetisi merupakan hal yang wajar karena dengan adanya kompetisi dapat meningkatkan kesemangatan untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan dengan cara bersaing dengan banyaknya pesaing yang ada dan tentunya berkompetisi dengan cara yang baik.
3. Sebutkan contoh penerapan dari prinsip-prinsip GCG pada BUMN?
1. Transparansi :
- Dalam pengambilan keputusan harus lebih efisien dengan keadaan yang ada agar keputusan yang diambil tepat dengan tujuan yang diinginkan.
- Melaporkan hasil laporan keuangan dengan tepat.
2. Pengungkapan :
- Laporan terhadapa keuangan perusahaan harus dilaporkan apa adanya kepada para stakeholders.
- Keuntungan maupu kerugian yang ada didalam perusahaan harus dilaporkan kepada stakeholders.
3. Kemandirian :
- Kegiatan oprasional perusahaan dikelola sepenuhnya oleh perusahaan.
- Dalam menyusun suatu organisasi harus disusun pula suatu system yang baik agar kegiatan perusahaan dapat berjalan dengan teratur.
4. Akuntabilitas:
- Fungsi-fungsi setiap bagian didalam perusahaan selalu diawasi oleh pihak manajemen.
- Menetapkan karyawan-karyawan yang memiliki attitude yang baik dan loyal terhadap perusahaan.
5. Pertanggugjawaban:
- Perundang-undangan perusahaan harus dijalan kan dengan baik oleh setiap bagian yang terkait didalam perusahaan.
- Peraturan-peraturan yang berlaku didalam perusahaan harus di pertanggungjawabkan agar sesui dengan undang-undang dalam mengelola perusahaan.
6. Kewajaran:
- Dalam pembagian laba kepada kepada stakeholder harus adil dan sesuai.
- Kesetaraan dan keadilan terhadap stakeholders harus sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
1. Sebutkan penerapan etiket di
masyarakat minimal 5 ?
- Saling menghargai antar sesama manusia
- Menghormati kepada orang yang lebih tua dari kita
- Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan. Bila dilanggar dianggap melanggar etiket. - Mengucapkan salam ketika masuk ke rumah
- Menghormati dosen apabila sedang menjelaskan materi
2. Apabila seseorang melanggar etika akan mendapatkan sanksi. Sebutkan contoh etika sosial dan sanksi sosial yang berlaku di masyarakat ?
ETIKA SOSIAL DAN SANKSI SOSIAL :
- Tidak menggunakan narkoba, karena akan mendapatkan sanksi hukuman yang berlaku di negara kita.
- Mematuhi peraturan lalu lintas, Sebab kalau melanggar akan terkena sanksi dapat ditilang.
- Berlaku sopan dan santun kepada sesama tetangga. sanksi yang didapat akan dijauhkan oleh orang lain karena sikap kita yang kurang baik kepada sesama.
3. Apa kelebihan dan kekurangan paham hedoisme bila diterapkan di era globalisasi skrg!
Kelebihan Hedoisme :
1. Dapat memberi semangat kepada setiap orang untuk mendapatkan segala keinginannya.
2. Adanya kepuasaan sendiri setiap orang karena mendapatkan apa yang diinginkan.
Kekurangan Hedoisme
1. Untuk mendapatkan keinginannya setiap manusia yang mempunyai sikap hedoisme akan menghalalkan segala cara.
2. Setiap orang yang mempunyai sikap hedoisme cenderung lebih egois karena ingin menang sendiri demi kepuasannya.



GREYSI
GREYSI
GREYSI
